December 2012
M T W T F S S
« Nov   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Categories

Who's Online

There are no users currently online

Peran UB mewujudkan mindset Creative Business pada civitas akademika sebagai wujud nyata menuju Entrepreneurial University…

Peta kekuatan perekonomian dunia pada saat ini telah mengalami pergeseran, yaitu pergeseran kekuatan ekonomi dari perekonomian di negara-negara barat, kepada perekonomian di negara-negara Asia. Semenjak krisis ekonomi yang dialami oleh Indonesia pada tahun 1997-1998, pertumbuhan ekonomi nasional cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Beberapa pengamat ekonomi menyakini bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan kunci untuk dapat bertahan dalam perekonomian global. Pentingnya peranan pertumbuhan ekonomi nasional, telah menyebabkan para ekonom untuk memfokuskan perhatiannya pada faktor-faktor apa saja yang dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Kondisi pertumbuhan ekonomi negara Indonesia yang relatif stabil dari tahun ke tahun, selalu di topang oleh beberapa industri tertentu, seperti: a) industri pengolahan, b) industri pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, c) industri perdagangan, hotel dan restoran, d) industri pertambangan dan penggalian, dan e) industri kontruksi.Tingginya ketergantungan pada kelima sektor tersebut, maka pemerintah harus berupaya untuk mempertahankan kinerjanya. Salah satu upaya dari pemerintah untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja kelima sektor tersebut adalah memberdayakan industri yang berbasis pada ekonomi kreatif. Untuk mendukung industri yang berbasis ekonomi kreatif, maka diperlukan inovasi-inovasi dalam kegiatan perekonomian nasional. Negara yang memiliki tingkat kemampuan yang tinggi pada industri yang berbasis pada ekonomi kreatif, maka negara tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi pada perekonomian global. Salah satu penyebab rendahnya daya saing negara Indonesia adalah adanya indikasi relatif rendahnya tingkat inovasi. Berikut ini akan dijelaskan mengenai tingkat inovasi di negara-negara ASEAN, yaitu sebagai berikut:

 

Tabel 4 Tingkat Inovasi Pada Negara-negara di ASEAN

No

Negara

Rangking Tingkat Kompetisi

 

 

2008-2009

2009-2010

2010-2011

2011-2012

2012-2013

1

Indonesia

47

39

36

41

40

2

Malaysia

22

24

24

22

23

3

Singapura

11

8

9

11

11

4

Filipina

76

99

111

74

64

5

Thailand

54

57

52

83

55

6

Brunei Darusalam

91

75

69

121

62

7

Myanmar

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

8

Kamboja

112

107

106

93

72

9

Vietnam

57

44

49

33

90

10

Laos

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

Sumber: World Economic Forum

 

Berdasarkan pada Tabel, dapat diketahui indikasi negara-negara yang memiliki tingkat kompetitif global yang tinggi merupakan negara yang memiliki tingkat inovasi yang relatip tinggi. Sebagai contoh, negara yang memiliki tingkat kompetitif tertinggi di kawasan ASEAN adalah negara Singapura, dan negara Singapura juga merupakan negara yang memiliki tingkat inovasi tertinggi di kawasan ASEAN. Berdasarkan pada uraian ini, maka dapat diketahui dua hal. Pertama, inovasi mempunyai peranan yang penting di dalam menciptakan atau meningkatkan keunggulan kompetitif suatu negara. Kedua, pelaku bisnis lokal yang berada pada negara yang memiliki tingkat inovasi yang tinggi, maka pelaku bisnis tersebut mempunyai kemampuan untuk bisa bertahan hidup dan maupun untuk bersaing dengan pelaku bisnis lainnya secara regional maupun secara global.

Untuk mendukung industri kreatif sebagai industri yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional, maka pemerintah juga diharapkan mendorong pertumbuhan jumlah pelaku bisnis, dengan harapan untuk mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan bisnis di negara Indonesia relatif lebih pada posisi yang kurang baik dibandingkan dengan pertumbuhan bisnis di negara-negara yang lain. Untuk saat ini, negara Indonesia memiliki ranking kemudahan berbisnis pada urutan 129 dari 183 negara-negara di dunia. Salah satu indikator yang menjadi pedoman dalam penilaian rangking kemudahan berbisnis pada negara-negara dunia, adalah tingkat kemudahan untuk memulai bisnis baru. Salah satu penyebab yang menonjol dari rendahnya tingkat kemudahaan berbisnis di Indonesia adalah rendahnya tingkat kemudahan untuk memulai bisnis yang baru. Rangking kemudahan untuk memulai kemudahan untuk memulai bisnis baru negara Indonesia adalah pada urutan 155 dari 183 negara-negara di dunia.

Tabel 5 Ranking Kemudahan Berbisnis di Dunia

No

Negara

Ease of Doing Business Rank

Starting a Business

 

1

Singapore

1

4

2

Hong Kong SAR, China

2

5

3

New Zealand

3

1

4

United States

4

13

5

Denmark

5

31

6

Norway

6

41

7

United Kingdom

7

19

8

Korea, Rep.

8

24

9

Iceland

9

37

10

Ireland

10

13

11

Indonesia

129

155

Sumber: www.doingbusiness.org/rankings

 

Tabel 6 Ranking Kemudahan Berbisnis di East Asia & Pasific

No

Negara

Ease of Doing Business Rank

Starting a Business

 

1

Singapore

1

1

2

Hong Kong SAR, China

2

2

3

Thailand

3

8

4

Malaysia

4

6

5

Taiwan, China

5

3

6

Tonga

6

5

7

Samoa

7

4

8

Solomon Islands

8

14

9

Vanuatu

9

15

10

Fiji

10

16

11

Indonesia

19

21

Sumber: www.doingbusiness.org/rankings

 

Berdasarkan pada penjelasan di atas, maka dapat diketahui permasalahan relatif rendahnya pertumbuhan bisnis di Indonesia karena adanya permasalahan relatif rendahnya jumlah entrepreneur di Indonesia. Tanggung jawab untuk meingkatkan jumlah entrepeneur, tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab Universitas sebagai institusi yang memberikan pendidikan mengenai entrepreneurship. Salah satu bentuk tanggung jawab Universitas di dalam kontribusinya dalam meningkatkan entrepreneur adalah diselenggaranya kompetisi model bisnis (business modeling) yang merupakan cikal bakal lahirnya suatu bisnis. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, sebagai suatu institusi universitas yang mencanangkan “entrepeneurship university” akan menyelenggarakan kompetisi model bisnis, sebagai pengisi acara Dies Natalis Universitas Brawijaya. Tujuan utama dari penyelenggaraan acara kompetisi model bisnis bertujuan untuk memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan model bisnis, yang nantinya akan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan entrepreneurship di masyarakat.

Tinggi rendahnya jiwa kewirausahaan dan tingkat inovasi masyarakat pada suatu negara, akan mencerminkan tingkat kreatifitas masyarakatnya. Semakin tinggi tingkat kreatifitas masyarakat, maka akan mencerminkan semakin tinggi tingkat inovasi pada negara tersebut. Banyaknya kreatifitas para generasi muda di tanah air tentu hal yang patut di apresiasi, namun apakah kreatifitas tersebut dapat memberikan manfaat pada dirinya maupun kepada orang lain, inilah yang menjadi tugas yang besar bagi Universitas Brawiaya khususnya sebagai kampus yang menuju entrepreneurial university.

Leave a Reply

  

  

  

CAPTCHA Image

*

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>