September 2014
M T W T F S S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Categories

Who's Online

Profile picture of Ubaidillah

Tugas Untuk Etika Pajak kelas A

 

Pokok bahasan pada pertemuan 14 adalah Moral dan etika kepemimpinan tugas bisa diunduh disini

tugas dikumpulkan Rabu tanggal 11 Desember 2013, untuk kelompok yang presentasi menyiapkan presentasinya. untuk kelompok yang lain hanya mengerjakan makalah dan dikumpulkan disaat perkuliahan.

Pokok bahasan pada pertemuan 15  adalah etika dan tatacara berpresentasi yang baik. tugas bisa diunduh disini

Pokok bahasan pada pertemuan 16 adalah etika terhadap lingkungan, tugas dapat diunduh disini

Tugas Untuk Akuntansi Pajak

Pokok bahasan pada pertemuan 11 adalah Akuntansi Pajak penghasilan,

tugas bisa diunduh disini.

tugas dikumpulkan Rabu tanggl 27 November 2013, maksimal jam 12.00 di meja saya.

Soal – Soal untuk kelas Praktikum

SOAL UAS TAKE HOME MATA KULIAH PRAKTIKUM PERPAJAKAN I, bisa diunduh disini

Soal praktikum pajak 1 bisa diunduh disini

Soal praktikum Zahir perusahaan dagang

Soal Praktikum MYOB perusahaan manufaktur; kunci jawaban jurnal untuk perusahaan manufaktur

TUGAS KELOMPOK untuk kelas Sistem Akuntansi I: hari jum’at jam 06.00, ada di page dunia kampus: materi kuliah: Sistem Akuntansi I

 

Pengumuman untuk Kelas Akuntansi Biaya II, UB Kediri

berikut adalah soal quis beserta daftar nilai yang mengikuti kuis dan pesan-pesan dari saya untuk pengerjaan soal serupa.

good luck smua… unduh disni

Laboratorium Pajak 1

soal UTS take home bisa diunduh di page kelas praktikum pajak 1, silahkan trace di page ” dunia kampus”, terbagi lagi menjadi kelas praktikum, cari kelas praktikum yang sesuai dengan mata kualiah yang anda tempuh…dan temukan beberapa bahan referensi dan soal2 atau penugasan yang terkait di dalamnya… selamat mengerjakan…

 

Tugas Manajemen Keuangan Bisnis

klik disini

Sarasehan Kebudayaan Nusantara by FIB (Fakultas Ilmu Budaya)

Membangun Budaya : membangun Karakter Bangsa….

Materi pertama by Rochayah Machali: beberapa kasus domestikasi makna dalam penerjemahan karya sastra Indonesia ke dalam Bahasa Inggris …dalam bingkai penerjemahan budaya.

pembicaranya cukup bagus… menjelaskan bahwa dalam hal penerjemahkan inggris-indonesia atau pun sebaliknya, tidaklah terlepas dari budaya dimana penerjemah berada atau budaya bahasa penterjemahan….dengan berbagai macam contoh domestikasi makna.

Domestikasi makna (dan ‘pengasingan’) dalam penerjemahan merupakan pilihan penerjemah, yang melibatkan ‘kuasa’ (mandat) yang diberikan kepada penerjemah… menurut Rochayah.

Materi kedua by Rama D. Zawawi: membentuk karakter dari kearifan tradisional.

senyum sebagai bagian dari karakter…

 

Peran UB mewujudkan mindset Creative Business pada civitas akademika sebagai wujud nyata menuju Entrepreneurial University…

Peta kekuatan perekonomian dunia pada saat ini telah mengalami pergeseran, yaitu pergeseran kekuatan ekonomi dari perekonomian di negara-negara barat, kepada perekonomian di negara-negara Asia. Semenjak krisis ekonomi yang dialami oleh Indonesia pada tahun 1997-1998, pertumbuhan ekonomi nasional cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Beberapa pengamat ekonomi menyakini bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan kunci untuk dapat bertahan dalam perekonomian global. Pentingnya peranan pertumbuhan ekonomi nasional, telah menyebabkan para ekonom untuk memfokuskan perhatiannya pada faktor-faktor apa saja yang dapat memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Kondisi pertumbuhan ekonomi negara Indonesia yang relatif stabil dari tahun ke tahun, selalu di topang oleh beberapa industri tertentu, seperti: a) industri pengolahan, b) industri pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, c) industri perdagangan, hotel dan restoran, d) industri pertambangan dan penggalian, dan e) industri kontruksi.Tingginya ketergantungan pada kelima sektor tersebut, maka pemerintah harus berupaya untuk mempertahankan kinerjanya. Salah satu upaya dari pemerintah untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja kelima sektor tersebut adalah memberdayakan industri yang berbasis pada ekonomi kreatif. Untuk mendukung industri yang berbasis ekonomi kreatif, maka diperlukan inovasi-inovasi dalam kegiatan perekonomian nasional. Negara yang memiliki tingkat kemampuan yang tinggi pada industri yang berbasis pada ekonomi kreatif, maka negara tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi pada perekonomian global. Salah satu penyebab rendahnya daya saing negara Indonesia adalah adanya indikasi relatif rendahnya tingkat inovasi. Berikut ini akan dijelaskan mengenai tingkat inovasi di negara-negara ASEAN, yaitu sebagai berikut:

 

Tabel 4 Tingkat Inovasi Pada Negara-negara di ASEAN

No

Negara

Rangking Tingkat Kompetisi

 

 

2008-2009

2009-2010

2010-2011

2011-2012

2012-2013

1

Indonesia

47

39

36

41

40

2

Malaysia

22

24

24

22

23

3

Singapura

11

8

9

11

11

4

Filipina

76

99

111

74

64

5

Thailand

54

57

52

83

55

6

Brunei Darusalam

91

75

69

121

62

7

Myanmar

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

8

Kamboja

112

107

106

93

72

9

Vietnam

57

44

49

33

90

10

Laos

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

Sumber: World Economic Forum

 

Berdasarkan pada Tabel, dapat diketahui indikasi negara-negara yang memiliki tingkat kompetitif global yang tinggi merupakan negara yang memiliki tingkat inovasi yang relatip tinggi. Sebagai contoh, negara yang memiliki tingkat kompetitif tertinggi di kawasan ASEAN adalah negara Singapura, dan negara Singapura juga merupakan negara yang memiliki tingkat inovasi tertinggi di kawasan ASEAN. Berdasarkan pada uraian ini, maka dapat diketahui dua hal. Pertama, inovasi mempunyai peranan yang penting di dalam menciptakan atau meningkatkan keunggulan kompetitif suatu negara. Kedua, pelaku bisnis lokal yang berada pada negara yang memiliki tingkat inovasi yang tinggi, maka pelaku bisnis tersebut mempunyai kemampuan untuk bisa bertahan hidup dan maupun untuk bersaing dengan pelaku bisnis lainnya secara regional maupun secara global.

Untuk mendukung industri kreatif sebagai industri yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional, maka pemerintah juga diharapkan mendorong pertumbuhan jumlah pelaku bisnis, dengan harapan untuk mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan bisnis di negara Indonesia relatif lebih pada posisi yang kurang baik dibandingkan dengan pertumbuhan bisnis di negara-negara yang lain. Untuk saat ini, negara Indonesia memiliki ranking kemudahan berbisnis pada urutan 129 dari 183 negara-negara di dunia. Salah satu indikator yang menjadi pedoman dalam penilaian rangking kemudahan berbisnis pada negara-negara dunia, adalah tingkat kemudahan untuk memulai bisnis baru. Salah satu penyebab yang menonjol dari rendahnya tingkat kemudahaan berbisnis di Indonesia adalah rendahnya tingkat kemudahan untuk memulai bisnis yang baru. Rangking kemudahan untuk memulai kemudahan untuk memulai bisnis baru negara Indonesia adalah pada urutan 155 dari 183 negara-negara di dunia.

Tabel 5 Ranking Kemudahan Berbisnis di Dunia

No

Negara

Ease of Doing Business Rank

Starting a Business

 

1

Singapore

1

4

2

Hong Kong SAR, China

2

5

3

New Zealand

3

1

4

United States

4

13

5

Denmark

5

31

6

Norway

6

41

7

United Kingdom

7

19

8

Korea, Rep.

8

24

9

Iceland

9

37

10

Ireland

10

13

11

Indonesia

129

155

Sumber: www.doingbusiness.org/rankings

 

Tabel 6 Ranking Kemudahan Berbisnis di East Asia & Pasific

No

Negara

Ease of Doing Business Rank

Starting a Business

 

1

Singapore

1

1

2

Hong Kong SAR, China

2

2

3

Thailand

3

8

4

Malaysia

4

6

5

Taiwan, China

5

3

6

Tonga

6

5

7

Samoa

7

4

8

Solomon Islands

8

14

9

Vanuatu

9

15

10

Fiji

10

16

11

Indonesia

19

21

Sumber: www.doingbusiness.org/rankings

 

Berdasarkan pada penjelasan di atas, maka dapat diketahui permasalahan relatif rendahnya pertumbuhan bisnis di Indonesia karena adanya permasalahan relatif rendahnya jumlah entrepreneur di Indonesia. Tanggung jawab untuk meingkatkan jumlah entrepeneur, tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab Universitas sebagai institusi yang memberikan pendidikan mengenai entrepreneurship. Salah satu bentuk tanggung jawab Universitas di dalam kontribusinya dalam meningkatkan entrepreneur adalah diselenggaranya kompetisi model bisnis (business modeling) yang merupakan cikal bakal lahirnya suatu bisnis. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, sebagai suatu institusi universitas yang mencanangkan “entrepeneurship university” akan menyelenggarakan kompetisi model bisnis, sebagai pengisi acara Dies Natalis Universitas Brawijaya. Tujuan utama dari penyelenggaraan acara kompetisi model bisnis bertujuan untuk memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan model bisnis, yang nantinya akan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan entrepreneurship di masyarakat.

Tinggi rendahnya jiwa kewirausahaan dan tingkat inovasi masyarakat pada suatu negara, akan mencerminkan tingkat kreatifitas masyarakatnya. Semakin tinggi tingkat kreatifitas masyarakat, maka akan mencerminkan semakin tinggi tingkat inovasi pada negara tersebut. Banyaknya kreatifitas para generasi muda di tanah air tentu hal yang patut di apresiasi, namun apakah kreatifitas tersebut dapat memberikan manfaat pada dirinya maupun kepada orang lain, inilah yang menjadi tugas yang besar bagi Universitas Brawiaya khususnya sebagai kampus yang menuju entrepreneurial university.

Selamat Dan Sukses Untuk Dr. KUSDI RAHARJO., DEA Dengan Terpilihnya Menjadi Ketua AIABI 2012-2015

Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI) adalah asosiasi atau organisasi nirlaba yang bergerak di bidang Ilmu Administrasi Bisnis di Indonesia. yang pada tanggal 29-30 November 2012 kemarin telah mengadakan Kongres ke tiga AIABI di Bandung. Dihadiri oleh 44 Prodi Adminstrasi bisnis dari 10 Perguruan Tinggi Negeri. Dalam kongres ke tiga ini IM Telkom ditunjuk sebagai tuan rumah, selain itu kepanitiaan kongres ketiga ini terdiri dari Universitas Parahiangan (Unpar) dan Universitas Padjadjaran (Unpad). Kongres yang diselenggarakan selama dua hari tersebut, memuat beberapa agenda diantaranya adalah pertemuan rutin Administrasi bisnis se-Indonesia, call for paper, seminar dan pertanggung jawaban pengrus lama sekaligus pembentukan pengurus AIABI yang baru.

Seminar yang digelar dalam acara kongres tersebut mengusung tema “Implementasi Triple Helix bagi Peningkatan Daya Saing Indonesia dalam Perspektif Ilmu Administrasi Bisnis”. Untuk seminar sendiri sengaja mengusung triple helix karena ketiga elemen ini tak bisa dipisahkan. Yakni Akademisi, Binis, dan pemerintah.

Dalam pembentukan pengurus AIABI yang baru tersebut ada lima kandidat yang mencalonkan untuk posisi ketua, yaitu: Prof. Dr.Ferdinand D. Saragih,M.A dari Universita Indonesia, Dr. Sam’un Jaja Raharja,M.Si dari Universitas Padjadjaran, Dr. rer.pol. A. Y. Agung Nugroho dari Universitas Atma Jaya Jakarta, Dr. Kusdi Raharjo dari Universitas Brawijaya, dan Togar Situmorang  dari Universitas Atmajaya.

Dr. Kusdi Raharjo., DEA yang dalam kepengurusan sebelumnya sudah menjabat sebagai wakil ketua AIABI turut serta diajukan sebgai kandidat ketua pada periode ini, beliau memiliki visi misi yang sangat sesuai dengan visi dan pergerakan yang akan dilakukan oleh AIABI sebagai Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis. Pada prosesnya keempat kandidat yang lainnya mundur, dan hanya tinggallah kandidat tunggal yaitu Dr. Kusdi Raharjo., DEA dari FIA-Universitas Brawijaya. Pada akhirnya terpilihlah Dr. Kusdi Raharjo ., DEA sebagai ketua AIABI untuk periode 2012-2015.

Dan Sekali Lagi Kami Civitas Akademika Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya mengucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Dr. Kusdi Raharjo., DEA sebagai Ketua AIABI untuk periode 2012-2015.

Workshop Implementasi Pendidikan Standarisasi… bekerja sama dengan BSN (Badan Strandaridisasi Nasional)

Bertujuan untuk mengenalkan “pendidikan standardisasi” kepada mahasiswa sebagai calon tenaga kerja dan atau pemilik usaha agar:

  1. Sumberdaya manusianya lebih berorientasi pada budaya mutu.
  2. Memahami “standardisasi” bukan sebagai penyeragaman, namun dalam hal ini “standardisasi” harus dipahami sebagai alat untuk menilai batas minimum suatu hal.
  3. Muatan pendidikan standardisasi akan ada pada program studi atau mata kuliah ketika perumus kurikulumnya merupakan orang yang “melek” mutu.

Seberapa pentingkah mempelajari “pendidikan standardisasi”…. sangat penting, menururt Dirjen Dikti Bapak Prof. Dr. Djoko Santoso, untuk memberikan kemampuan pada peserta didik agar mampu mengukur mutu, mengklasifikasikan mutu, dan mengambil keputusan untuk menilai dan memperlakukan produk atau jasa yang dapat dinilai secara ekonomi, sosial dan akhirnya mutu sebagai bagian dari budaya.

Pertimbangan tentang pentingnya “pendidikan standardisasi”… kelak lulusan universitas akan menjadi manajer, profesional dibidangnya (engginering, hukum, okonomi, dll) yang menentukan masa depan… sehingga mereka-mereka harus memahami standar.

Dalam penerapannya, tentunya tidak terlepas dari tantangan di setiap universitas yang akan menerapkan “pendidikan standardisasi” dalam tatap muka perkuliahannya, diantaranya: Mengajarkan apa yang bisa di dapat melalui standardisasi, Mengajarkan hubungan antara standar dan inovasi, Pertisipasi dalam pengembangan standar. Namun hambatan-hambatan tersebut akan terkikis dengan sendirinya ketika kita sudah memulai untuk memasukkan konsep-konsep atau contoh kasus penerapan “pendidikan standardisasi” dalam perkuliahan, buat dan desain perkuliahan semenarik mungkin….smangad…